Senin, 21 Maret 2016

Dibalik Pesona Bengkulu

Siapa yang tak kenal Bengkulu, kota yang nan indah nan menawan dan kaya akan wisatanya seperti gunung, pesisir pantai, sejarah, adat istiadat, dan budaya yang indah, serta masyarakatnya yang ramah. Banyak wisatawan yang banyak mengunjungi kota Bengkulu baik itu dari dalam negeri maupun mancanegara, jutaan wisatawan mengunjungi Bengkulu tiap tahunnya karena keindahan alam, keramahan masyarakatnya dan keunikan budayanya. Sesaat setelah wisatawan menginjakkan kaki di bumi raflesia ini, senyum ramah penduduk Bengkulu akan menyambut mereka dengan terbuka.
Disamping keramahan masyarakatnya, wisatawan jatuh cinta dengan keindahan pesisir pantainya. Bagi mereka yang menyukai olah raga pantai seperti suffering,diving, dan snorkeling. Ombak pantai yang bisa mencapai 2-3 meter tentu akan memberikan tantangan tersdendiri bagi para suffers, wisatawan juga dapat memanjakan diri dengan berjemur di pantai dengan paparan sinar matahari di sepanjang garis pantai. Selain pantai, wisatawan juga akan rindu kesejukkan udara gunung Bengkulu. Dengan masyarakat yang taat akan adat tentu masyarakat akan memberi suasana damai dan tentram bagi para wisatawan dan memberikan segala keramahan bagi wisatawan tentunya.
Bengkulu juga kaya akan sejarahnya, kota yang pernah menjadi tempat pengasingan presiden pertama Indonesia Ir. Soekarno saat penjajahan belanda. Selama pengasingannya di Bengkulu, Bung Karno ditempatkan di sebuah rumah yang awalnya adalah tempat tinggal orang Cina yang bernama Tan Eng Cian. Di dalam rumah pengasingan ini tersimpan benda-benda peninggalan Bung Karno yang memiliki nilai sejarah. Benda-benda tersebut merupakan saksi bisu yang menemani sang Proklamator dalam menyusun strategi-strategi perjuangan selama di pengasingan. Meskipun rumah ini tidak terbilang besar, namun pembagian ruang dan penataan benda-benda berharga tersebut cukup rapi dan teratur. Ada juga peninggalan lainnya yakni Benteng Marlborough sebuah bangunan benteng pertahanan yang terletak di pesisir pantai Tapak Paderi - Kota Bengkulu. Benteng Marlborough ini dibangun oleh kolonial Inggris pada tahun 1914 – 1719 dibawah pimpinan Gubernur Jendral Josef Colin semasa pendudukan mereka di Wilayah Bengkulu. Benteng Marlborough adalah benteng terbesar yang pernah dibangun oleh Bangsa Inggris semasa kolonialismenya di Asia Tenggara. Hal ini tentu akan membuat wisatawan tertarik akan sejarahnya, dimana bangunan yang memiliki nilai sejarah yang tinggi yang membuat wisatawan semakin penasaran mengenai benda-benda peninggalannya.
Yang  mengesankan adalah keunikan budaya yang sudah tersohor setiap tahunnya seperti festival tabot yang selalu dilakukan setiap tahun dan memberikan ketertarikan tersendiri bagi yang mengikuti festival tersebut. Perayaan dan festival, baik yang bersifat keagamaan maupun adat, selalu mewarnai kehidupan masyarakat Bengkulu. Beragam tarian juga menyertai tarian yang enerjik dan dinamis akan memberikan ingatan yang tak mudah lenyap di ingatan wisatawan, ini semua dibarengi dengan irama yang menghentak dan komposisi nada yang sesekali lembut dan terkadang penuh mistik. Para penari pun dihiasi dengan berbagai ornament, baik baju maupun pernak-pernik lainnya. Dalam festival ini juga ada pasar tabot yang penuh dengan barang antic, tradisional, hingga modern dengan harga yang cukup terjangkau. Ada juga makanan khas Bengkulu yang turut menyertai dalam pasar tabot, seperti gelamai, cucur pandan, pendap, dan masih banyak lainnya. Festival tabot memiliki dayatarik tersendiri seperti ritual saat membawa tabot hingga membuang tabot pada penutupan. Festival tabot dilaksanakan selama sepuluh hari, dan yang paling mengesankan selama festival tabot berlangsung akan memberikan kenikmatan yang berbeda bagi masyarakat yang hadir.
Disamping itu, Jika ditinjau dari geografis Propinsi Bengkulu sangat diuntungkan, karena terletak disebelah barat Laut Hindia. Dengan begit, daerah ini mempunyai luas pantai cukup panjang. Layak kalau potensi alam ini diandalkan dalam merebut minat wisata asing maupun domestic. Di sisi lain, Bengkulu mempunyai latar belakang historis yang mampu mingikat kalangan wisata karena dari segi keamanan. Boleh di kata daerah ini masih terbilang kondusif. Hanya saja, potensi alam yang dapat diandalkan bagi dunia Bengkulu ternyata masih kalah jauh dengan propinsi lain di Indonesia. Hasilnya, kontribusi pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata relatif minim. Sejumlah titik wisata yang sangat dikenal di antaranya Benteng Malborough di pinggir pantai Tapak Paderi, perkampungan China, pantai panjang, Pantai Tapak Padri, Pantai Jakat. Juga tempat presiden RI pertama Soekarno diasingkan. Masih ada yang lain yang patut dikemukakan yakni bunga Raflesia, Bukit Kaba, Kuburan Tugu Thomas Parr, Tugu Hamilton, perayaan ritual Tabot, serta danau dendam. Boleh di kata, itulah bukti-bukti potensi pariwisata Bengkulu yang merupakan aset dengan nilai jual tinggi. Hanya saja, untuk mengangkat ke permukaan masih diperlukan tangan dingin dan kerja keras pemerintah. Gebrakan pun dilakukan oleh Gubernur Bengkulu untuk menjadikan wilayahnya menjadi kawasan wisata internasional. Langkah ini, tentunya perlu dukungan dari semua lapisan. Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu Riris Budiyati mengatakan masih banyak kelemahan yang harus dibenahi. Seperti minimnya infrastruktur untuk mendukung lancarnya pariwisata. Instrastruktur diperlukan untuk meningkatkan  aksesibilitas antara daerah sehingga dapat ditempuh dengan mudah.
Selepas itu, Bengkulu sangat terkenal akan tumbuhan langka yakni raflesia. Tumbuhan yang mekar di tempat tertentu yang sangat memikat para pecinta alam akan tumbuhan tersebut, namun raflesia sendiri sudah jarang tumbuh di kawasan Bengkulu kota dan hanya terlihat dibagian terpelosok saja. Kota Bengkulu memiliki iklim yang cukup sejuk karena kota yang dikelilingi bukit barisan nan indah menghiasi bumi raflesia ini, namun kota Bengkulu masih memiliki kekurangan seperti tatanan lampu yang masih kurang, kemegahan kota yang masih jauh disbanding kota lainnya, masih banyak sampah dan serpihan kayu di pesisir pantai. Hal ini dikarenakan kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan serta kurangnya perhatian dari pemerintah. Tentu sangat disayangkan sekali untuk kota yang kaya akan keindahan alam ini. Sebenarnya masih banyak potensi alam yang bisa dijadikan tempat wisata namun karena pemerintahnya yang kurang memperhatikan akhirnya ada banyak tempat yang terbengkalai. Satu contoh pantai seperti “pantai ujung” menurut saya sendiri sebenarnya wisata tersebut bisa dijadikan taman dan tempat refreshing, namun bisa dilihat di pasir putih yang harusnya sangat menawan menjadi tempat sampah dan sepihan kayu, pohon-pohon yang tata letaknya tidak sesuai yang diharapkan, taman yang hanya seperti tempat tumpukan sampah. Harusnya pemerintah menanggapi hal ini dengan serius karena jika saja pantai ujung ini bisa dirawat tentu akan menjadi tempat yang memikat hati bagi para wisatawan.
Dari sini dapat dismpulkan, bahwa pemanfaatan alam dengan baik dan benar harus dilakukan., dan pemanfaatan alam sebaiknya harus dibarengi dengan konsevasi alam yang memandai, karena Bengkulu memiliki potensi alam dan wisata yang indah nan menawan sebaiknya pemerintah harus cepat menanggapi, menata, dan menjadikan kota Bengkulu yang patut bersaing dalam negeri maupun mancanegara. Sebelum alam dan lingkungan rusak maka harus dipikirkan cara merehabilitasinya secara cepat, efektif dan efisien. 

Pariwisata Air Terjun Curup

Pariwisata 1 Pariwisata 2