Dibalik Pesona Bengkulu
Siapa yang tak kenal Bengkulu,
kota yang nan indah nan menawan dan kaya akan wisatanya seperti gunung, pesisir
pantai, sejarah, adat istiadat, dan budaya yang indah, serta masyarakatnya yang
ramah. Banyak wisatawan yang banyak mengunjungi kota Bengkulu baik itu dari
dalam negeri maupun mancanegara, jutaan wisatawan mengunjungi Bengkulu tiap tahunnya
karena keindahan alam, keramahan masyarakatnya dan keunikan budayanya. Sesaat setelah
wisatawan menginjakkan kaki di bumi raflesia ini, senyum ramah penduduk Bengkulu
akan menyambut mereka dengan terbuka.
Disamping keramahan
masyarakatnya, wisatawan jatuh cinta dengan keindahan pesisir pantainya. Bagi mereka
yang menyukai olah raga pantai seperti suffering,diving,
dan snorkeling. Ombak pantai yang bisa mencapai 2-3 meter tentu akan
memberikan tantangan tersdendiri bagi para suffers, wisatawan juga dapat
memanjakan diri dengan berjemur di pantai dengan paparan sinar matahari di
sepanjang garis pantai. Selain pantai, wisatawan juga akan rindu kesejukkan
udara gunung Bengkulu. Dengan masyarakat yang taat akan adat tentu masyarakat akan
memberi suasana damai dan tentram bagi para wisatawan dan memberikan segala
keramahan bagi wisatawan tentunya.
Bengkulu juga kaya akan sejarahnya,
kota yang pernah menjadi tempat pengasingan presiden pertama Indonesia Ir. Soekarno
saat penjajahan belanda. Selama pengasingannya di Bengkulu, Bung Karno
ditempatkan di sebuah rumah yang awalnya adalah tempat tinggal orang Cina yang
bernama Tan Eng Cian. Di dalam rumah pengasingan ini tersimpan benda-benda
peninggalan Bung Karno yang memiliki nilai sejarah. Benda-benda tersebut
merupakan saksi bisu yang menemani sang Proklamator dalam menyusun
strategi-strategi perjuangan selama di pengasingan. Meskipun rumah ini tidak
terbilang besar, namun pembagian ruang dan penataan benda-benda berharga
tersebut cukup rapi dan teratur. Ada juga peninggalan lainnya yakni Benteng Marlborough
sebuah bangunan benteng pertahanan yang terletak di pesisir pantai Tapak Paderi
- Kota Bengkulu. Benteng Marlborough ini dibangun oleh kolonial Inggris pada
tahun 1914 – 1719 dibawah pimpinan Gubernur Jendral Josef Colin semasa
pendudukan mereka di Wilayah Bengkulu. Benteng Marlborough adalah benteng
terbesar yang pernah dibangun oleh Bangsa Inggris semasa kolonialismenya di
Asia Tenggara. Hal ini tentu akan membuat wisatawan tertarik akan sejarahnya,
dimana bangunan yang memiliki nilai sejarah yang tinggi yang membuat wisatawan
semakin penasaran mengenai benda-benda peninggalannya.
Yang mengesankan adalah keunikan budaya yang sudah
tersohor setiap tahunnya seperti festival tabot yang selalu dilakukan setiap
tahun dan memberikan ketertarikan tersendiri bagi yang mengikuti festival
tersebut. Perayaan dan festival, baik yang bersifat keagamaan maupun adat,
selalu mewarnai kehidupan masyarakat Bengkulu. Beragam tarian juga menyertai
tarian yang enerjik dan dinamis akan memberikan ingatan yang tak mudah lenyap
di ingatan wisatawan, ini semua dibarengi dengan irama yang menghentak dan
komposisi nada yang sesekali lembut dan terkadang penuh mistik. Para penari pun
dihiasi dengan berbagai ornament, baik baju maupun pernak-pernik lainnya. Dalam
festival ini juga ada pasar tabot yang penuh dengan barang antic, tradisional,
hingga modern dengan harga yang cukup terjangkau. Ada juga makanan khas Bengkulu
yang turut menyertai dalam pasar tabot, seperti gelamai, cucur pandan, pendap,
dan masih banyak lainnya. Festival tabot memiliki dayatarik tersendiri seperti
ritual saat membawa tabot hingga membuang tabot pada penutupan. Festival tabot
dilaksanakan selama sepuluh hari, dan yang paling mengesankan selama festival
tabot berlangsung akan memberikan kenikmatan yang berbeda bagi masyarakat yang
hadir.
Disamping itu, Jika ditinjau dari
geografis Propinsi Bengkulu sangat diuntungkan, karena terletak disebelah barat
Laut Hindia. Dengan begit, daerah ini mempunyai luas pantai cukup panjang.
Layak kalau potensi alam ini diandalkan dalam merebut minat wisata asing maupun
domestic. Di sisi lain, Bengkulu mempunyai latar belakang historis yang mampu
mingikat kalangan wisata karena dari segi keamanan. Boleh di kata daerah ini
masih terbilang kondusif. Hanya saja, potensi alam yang dapat diandalkan bagi
dunia Bengkulu ternyata masih kalah jauh dengan propinsi lain di Indonesia.
Hasilnya, kontribusi pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata
relatif minim. Sejumlah titik wisata yang sangat dikenal di antaranya Benteng
Malborough di pinggir pantai Tapak Paderi, perkampungan China, pantai panjang,
Pantai Tapak Padri, Pantai Jakat. Juga tempat presiden RI pertama Soekarno
diasingkan. Masih ada yang lain yang patut dikemukakan yakni bunga Raflesia,
Bukit Kaba, Kuburan Tugu Thomas Parr, Tugu Hamilton, perayaan ritual Tabot,
serta danau dendam. Boleh di kata, itulah bukti-bukti potensi pariwisata
Bengkulu yang merupakan aset dengan nilai jual tinggi. Hanya saja, untuk
mengangkat ke permukaan masih diperlukan tangan dingin dan kerja keras
pemerintah. Gebrakan pun dilakukan oleh Gubernur Bengkulu untuk menjadikan
wilayahnya menjadi kawasan wisata internasional. Langkah ini, tentunya perlu
dukungan dari semua lapisan. Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu Riris
Budiyati mengatakan masih banyak kelemahan yang harus dibenahi. Seperti
minimnya infrastruktur untuk mendukung lancarnya pariwisata. Instrastruktur
diperlukan untuk meningkatkan aksesibilitas antara daerah sehingga dapat
ditempuh dengan mudah.
Selepas itu, Bengkulu sangat
terkenal akan tumbuhan langka yakni raflesia. Tumbuhan yang mekar di tempat
tertentu yang sangat memikat para pecinta alam akan tumbuhan tersebut, namun
raflesia sendiri sudah jarang tumbuh di kawasan Bengkulu kota dan hanya
terlihat dibagian terpelosok saja. Kota Bengkulu memiliki iklim yang cukup
sejuk karena kota yang dikelilingi bukit barisan nan indah menghiasi bumi
raflesia ini, namun kota Bengkulu masih memiliki kekurangan seperti tatanan lampu
yang masih kurang, kemegahan kota yang masih jauh disbanding kota lainnya,
masih banyak sampah dan serpihan kayu di pesisir pantai. Hal ini dikarenakan
kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan serta kurangnya
perhatian dari pemerintah. Tentu sangat disayangkan sekali untuk kota yang kaya
akan keindahan alam ini. Sebenarnya masih banyak potensi alam yang bisa
dijadikan tempat wisata namun karena pemerintahnya yang kurang memperhatikan akhirnya
ada banyak tempat yang terbengkalai. Satu contoh pantai seperti “pantai ujung”
menurut saya sendiri sebenarnya wisata tersebut bisa dijadikan taman dan tempat
refreshing, namun bisa dilihat di pasir putih yang harusnya sangat menawan
menjadi tempat sampah dan sepihan kayu, pohon-pohon yang tata letaknya tidak
sesuai yang diharapkan, taman yang hanya seperti tempat tumpukan sampah. Harusnya
pemerintah menanggapi hal ini dengan serius karena jika saja pantai ujung ini
bisa dirawat tentu akan menjadi tempat yang memikat hati bagi para wisatawan.
Dari sini dapat dismpulkan, bahwa
pemanfaatan alam dengan baik dan benar harus dilakukan., dan pemanfaatan alam
sebaiknya harus dibarengi dengan konsevasi alam yang memandai, karena Bengkulu memiliki
potensi alam dan wisata yang indah nan menawan sebaiknya pemerintah harus cepat
menanggapi, menata, dan menjadikan kota Bengkulu yang patut bersaing dalam
negeri maupun mancanegara. Sebelum alam dan lingkungan rusak maka harus
dipikirkan cara merehabilitasinya secara cepat, efektif dan efisien.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar